Materi Pembelajaran
Produk Kreatif dan Kewairausahaan (PKK)
Materi Peluang Usaha Produk Barang/Jasa
A. Pengertian Peluang Usaha
Pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang, kekayaan) dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian peluang usaha ini menjadi hal yang paling krusial sebelum memulai dan membuka bisnis baru. Bahkan kita sudah harus memikirkan beberapa langkah ke depan soal seberapa langgeng life span peluang usaha yang kita bidik. Faktanya kebanyakan calon pebisnis lebih memikirkan apa yang sedang tren sekarang. Akhirnya, saat pasar mudah sekali jenuh mereka mengalami kerugian besar. sebenarnya peluang usaha yang kita bidik tentu harus memiliki potensi berkembang dan akan maju kedepannya, pertanyaan mendasar bagaimana memulai analisis peluang usaha yang potensial ?
B. Langkah Awal Temukan Sumber Bisnis Anda
1. Sumber ide dari pekerjaan dan Keterampilan.
Pekerjaan yang kita tekuni, dan keterampilan yang sudah kita miliki merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah (pekerjaan yang telah sekian lama kita jalankan, dan keterampilan yang sudah kita kembangkan) insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Banyak orang memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki.
Misalnya ada orang yang memulai karier di perusahaan penerbitan milik orang lain. Ia bahkan sempat belasan tahun menimba ilmu di perusahaan ini dan menajamkan keterampilan editing dan pengelolaan bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun usaha penerbitannya sandiri. Contoh lain ada orang yang tadinya sebagai kuli di sebuah toko matrial bangunan setelah tahu ilmu pemasaran dan Teknik dagang Akhirnya bisa membuat toko matrial sendiri.
2. Sumber ide dari minat dan hobi.
Sumber kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah minat dan hobi yang kita miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi (misalnya: minat dan hobi). Ini merupakan modal kuat bagi seorang wiraswastawan yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Contohnya Bill Gates mengandalkan hobi dan minatnya di bidang komputer sebagai sumber ide memulai kerajaan bisnisnya yang sekarang telah menggurita di seluruh dunia. Beberapa mantan olahragawan nasional seperti Susi Susanti, Elfira Nasution, dan lain-lain, mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, dan toko peralatan olah raga.
3. Sumber ide dari pengalaman.
Pengalaman diri sendiri dan juga orang lain (apa yang kita alami, ataupun yang dialami oleh orang lain), selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Pengalaman, terutama yang buruk, memberikan kesan yang mendalam bagi kita, yang tidak mudah untuk dilupakan. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan "baru" untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian.
Contoh kasus: ada seseorang yang mengalami pesta pernikahan yang kacau balau, dari mulai pertengkaran antar keluarga besan, souvenir yang rusak, listrik yang padam saat berlangsungnya resepsi, makanan yang keburu habis, sampai baku hantam dengan petugas keamanan setempat. Dari pengalaman buruknya , kawan saya melihat pentingnya ada profesi yang bisa membantu orang menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan cara yang profesional. Ide ini kemudian dia kembangkan dengan membuka usaha jasa wedding organizer dan penyelenggaraan acara-acara pesta lainnya.
4. Sumber ide dari pengamatan.
Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang wiraswastawan. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Misalnya Dari hasil pengamatannya terhadap masyarakat kita bisa lihat dan mengidentifikasi kebutuhan wanita-wanita bekerja saat ini untuk pengasuhan anak mereka yang masih balita. Ide ini dituangkan menjadi peluang bisnis yang kemudian diwujudkannya dengan mendirikan tempat penitipan anak balita sekaligus tempat bermain dan belajar.
Nah, Ingin memulai usaha sendiri? Jika ada yang bisa dimulai sekarang, mengapa harus menunggu lagi? Lebih cepat dimulai, lebih cepat pula dituai. Lagipula Anda sudah memilki modal uang tunai yang cukup besar. Selanjutnya tinggal menemukan jenis usaha yang cocok, idenya bisa didapat dari pekerjaan dan keterampilan, dari minat dan hobi, dari pengalaman, dan dari pengamatan. Ide-ide ini kemudian bisa dituangkan menjadi sebuah rencana bisnis. Selamat memulai.
B. Langkah Menemukan Ide Bisnis dalam Wirausaha L
1. Berawal dari ide bisnis, bagaiman ide bisnis kita menjadi peluang bisnis yang menjanjikan ?
Mencari ide bisnis yang terbaik pasti membutuhkan waktu yang panjang. Mungkin kita perlu menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk mencari ide bisnis terbaik. bagaimana menilai ide bisnis kita itu akan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi aksi nyata dalam kegiatan bisnis kita. 5 Tips Mengevaluasi Ide Bisnis yang Potensial dan Menjanjikan bersumber dari http://entrepreneurcamp.id/, berikut penjelasannya :
1
Identifikasi Target Pasar
Langkah paling penting untuk menilai potensi dari ide bisnis Anda ialah
dengan mengidentifikasi target pasar. Tentukan siapa yang akan membeli produk atau
menggunakan jasa Anda. Anda harus menggambarkan siapa konsumen atau
pelanggan ideal Anda. Semakin baik jika Anda bisa mempersempit target pasar
Anda. Perhatikan sejumlah faktor seperti usia, jenis kelamin, status pendidikan, tingkat
pendapatan, dan juga lokasi target pasar Anda.
Kemudian, lakukan riset pasar atau pemasaran untuk menganalisis seberapa besar
pasar Anda dan untuk mengenal siapa dan bagaimana perilaku konsumen yang
sebenarnya. Riset dapat dilakukan melalui survei, wawancara langsung, atau
diskusi kelompok untuk menguji segmen pasar Anda. Setelah itu, Anda akan tahu
apakah ide bisnis Anda potensial dan cocok dengan gambaran target yang Anda
buat sebelumnya.
2
Kenali Kompetitor
Kenali Kompetitor
Jika Anda sudah tahu konsumen ideal Anda seperti apa, maka selanjutnya temukan kompetitor Anda. Cari tahu apakah bisnis lain memiliki ide yang sama atau produk yang serupa. Anda harus mengenal siapa saja kompetitor Anda sebelum Anda melangkah lebih jauh dalam mengembangkan ide bisnis Anda. hal-hal informasi penting yang harus kita kenali dan dipelajari dari calon pesaing kita adalah :
- Bagaimmana kualitas produknya/jasanya?
- Seberapa cepat pelayanan kepada konsumennya ?
- seberapa efektifkah manajemen dan hal-hal inovasii yang dilakukannya ?
- pertanyaan penutupnya apakah kita bisa kembanngkan hal yang beda atau hal lainnya yang lebih murah dan menguntungkan ?
3
Tahu Keunikan Produk Anda
Selama Anda melakukan riset pasar, Anda akan mengetahui apakah ide bisnis Anda itu unik dan berbeda. Anda mungkin saja menemukan bisnis lain yang menawarkan produk atau layanan yang serupa dan mirip dengan ide bisnis Anda. Jika ada, ini berarti Anda sudah memiliki pesaing. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengembangkan ide bisnis tersebut dan meluncurkan bisnis Anda. Sebab Anda masih bisa mengatasinya dengan membuat bisnis Anda berbeda. Temukan hal yang tidak dimiliki oleh pesaing dan buat produk Anda punya keunggulan. Dengan begitu, nantinya konsumen dapat tertarik dengan produk Anda dan brand Anda akan diingat.
4
Perhatikan Kondisi Finansial
Uang adalah hal sangat penting dalam menjalankan bisnis. Anda harus memperhatikan kondisi finansial Anda dan memperhitungkannya dengan baik. Sehingga Anda dapat menyiapkan modal usaha yang dibutuhkan dan memperkirakan sejauh mana bisnis Anda akan menghasilkan. Untuk itu, hitung berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk mengembangkan hingga merilis bisnis Anda. Lalu ketahui dari mana modal berasal dan bagaimana cara mengumpulkannya. Perhitungkan juga potensi penghasilan yang kemungkinan bisa didapatkan saat bisnis tersebut berjalan. Pastikan Anda siap untuk mengatasi masalah keuangan yang mungkin akan dihadapi.
5
Ambil Keputusan
Setelah itu, saatnya Anda mengambil keputusan. Jika Anda merasa bahwa ide bisnis Anda ternyata tidak layak untuk diperjuangkan dan tidak akan berhasil, maka sebaiknya Anda batalkan niat Anda untuk mengembangkannya. Tidak apa-apa jika kecewa di awal, yang penting Anda terhindar dari kegagalan. Namun, jika riset menunjukkan bahwa bisnis Anda ternyata berpotensi, maka segeralah melangkah ke tahap selanjutnya. Buatlah rencana bisnis yang matang dan terkonsep dengan baik
C. Menganalisis Potensi Peluang usaha dengan SWAT Analisis

a. Mencari Peluang Usaha
Peluang usaha adalah suatu ide investasi atau usulan bisnis yang menarik serta memberi kemungkinan untuk memberikan hasil bagi seseorang yang berani mengambil resiko.
Untuk menjadi peluang usaha yang bagus maka harus memenuhi kriteria diantaranya adanya :
1. permintaan nyata terhadap barang atau jasa
2. tingkat pengembalian nilai
3. kompetitif
4. pencapaian tujuan
5. ketersediaan sumber daya dan kompetensi
b. Menganalisis Peluang Usaha Dengan Analisis SWOT
Untuk dapat menganalisis peluang usaha bisa dengan menggunakan analisis SWOT yaitu :
a. Strength adalah kekuatan apa yang akan mendukung usaha kita untuk mencapai sasaran
b. Weakness adalah Kelemahan apa yang membatasi atau menghambat usaha kita.
c. Opportunity adalah Peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan
d. Threat adalah Ancaman apa saja yang terjadi saat kita berusaha
D. Tahapan Menjadikan Ide bisnis menjadi sebuah perencanaan Bisnis (Bisnis plan)
Langkah 1: Dapatkan ide
Dapatkan ide yang sesuai dengan gairah usaha Anda, sesuai dengan cita-cita, kekuatan, sumber daya, dan memiliki risiko yang masih bisa Anda toleransi. Namun, camkan dalam benak Anda, bahwa ide Anda ini baru sekadar hipotesis atau perkiraan, jangan dulu jatuh cinta terlalu dalam dengan ide Anda.
Langkah 2: Pikirkan kembali ide Anda dari semua sudut
Evaluasi kembali ide Anda, misalnya dengan memikirkan peluang yang diinginkan oleh investor Anda. Evaluasi secara mendalam dan analitis. Juga, siapa calon pelanggan Anda dan apa yang mereka cari sebenarnya? Berapa besar peluang bisnis Anda? Apakah waktunya tepat untuk memulai? Apa yang akan dikorbankan untuk memulai bisnis ini? Apakah pengorbanan Anda nantinya kira-kira akan sebanding dengan hasil yang didapatkan? Bagaimana model bisnis Anda?
Dalam hal ini, sebuah business-plan (rencana bisnis) bisa menjadi acuan untuk mulai menganalisa semua itu.
Langkah 3: Dapatkan masukan dari orang lain
Cari orang yang mengetahui pasaran, mengetahui model bisnis, dan persaingan. Bisa jadi orang yang telah menggeluti bidang bisnis yang akan Anda bangun tahu persis strategi yang biasanya berhasil dan strategi yang biasanya gagal. Dapatkan masukan darinya, juga dari calon pelanggan. Cari tahu pula tanggapan mereka terhadap ide bisnis Anda. Memang, nanti Anda akan lebih banyak belajar ketika produk Anda mulai masuk pasar. Namun, riset ini akan meningkatkan peluang Anda untuk menapaki bisnis dari jalan yang benar.
Langkah 4: Responlah masukan tadi
Lakukan perubahan yang perlu pada business-plan, produk, dan strategi awal Anda. Hitunglah seberapa besar perkiraan modal yang diperlukan untuk mencapai capaian yang paling penting. Lalu, buatlah rencana implementasi dengan menetapkan beberapa batu loncatan (milestone) penting Anda di bulan-bulan mendatang. Juga tentukanlah siapa saja yang akan Anda libatkan untuk mencapai batu-batu loncatan tersebut.
Langkah 5: Mulailah membuat produk dengan spesifikasi minimal
Ketika Anda merancang produk Anda atau jasa yang akan Anda tawarkan nantinya, mungkin Anda telah merancangnya dengan desain yang berkelas, mantap, atau memiliki fitur-fitur lengkap. Untuk permulaan, simpan rancangan tersebut di balik layar. Mulailah bisnis Anda dengan produk atau jasa dengan konsep seminimal mungkin namun tetap memenuhi kebutuhan konsumen. Bangunlah produk atau jasa Anda tersebut, secepat dan semurah mungkin.
Langkah 6: Luncurkan toko Anda
Memang, kadang kita tergoda untuk menunda peluncuran toko sampai produk kita “sempurna”. Pepatah barat mengatakan, “Perfect is the enemy of good-enough.” Jika kesempurnaan itu menyulitkan, setidaknya capailah predikat “cukup bagus”. Sebelum produk Anda masuk ke pasaran, bisnis Anda berjalan tanpa arah, waktu dan uang terbuang, dan kemampuan Anda untuk menganalisa perilaku konsumen pun terbatas. Oleh karena itu, segeralah hasilkan produk inti dengan spesifikasi minimal dahulu, buka toko Anda, dan segera masuk ke pasaran.
Langkah 7: Ujilah strategi yang Anda terapkan di awal
Ketika toko Anda sudah dibuka, mulailah menguji strategi yang Anda terapkan. Dengan produk Anda yang sudah ada di pasaran, Anda bisa mencari-tahu seberapa besar kesesuaian antara penawaran Anda dengan kebutuhan konsumen. Untuk melakukan itu, lakukanlah pengujian pada elemen-elemen, seperti: harga, sudah pas atau belum, pengenalan merek kepada khalayak, fitur, dan pengalaman-pengalaman pelanggan yang sudah memakai produk atau jasa Anda. Lalu cobalah langkah pemasaran yang bisa diulang dan biaya yang efektif untuk menarik konsumen dengan mencoba-coba beberapa metode: iklan, promo, penjualan keliling, atau melalui jalur distribusi. Ukurlah keberhasilan pemasaran Anda tersebut, lalu buatlah kesimpulan.
Langkah 8: Lakukan penyesuaian
Ketika Anda sudah mempelajari produk dan pemasaran Anda, Anda akan menemukan letak kesalahan produk dan strategi pemasaran Anda, dan tentu Anda akan memperbaikinya. Namun, mudah-mudahan Anda juga menemukan hal-hal positif yang ingin Anda pertahankan. Terkadang, untuk melakukannya secara bersamaan, Anda harus mengubah pendekatan yang Anda lakukan.
Langkah 9: Bersiaplah untuk berkembang
Tinjau kembali business-plan Anda, lakukan pembaruan pada produk, tim, teknik pemasaran, implementasi, dan strategi keuangan. Dapatkan sumber daya yang cukup untuk mengembangkan usaha Anda. Jika Anda ingin menambahkan modal, ini saat yang tepat. Katakanlah kepada calon investor, “Alhamdulillah, kami sudah pernah berhasil mendapatkan pelanggan baru dengan mengeluarkan biaya x rupiah dan mendapatkan 3x rupiah dari masing-masing mereka. Dengan dana lebih besar, kami dapat berkembang cepat, insya Allah.” Terdengar seperti sebuah nada kemenangan.
Langkah 10: Injak pedal gas!
Lakukan akselerasi pada bisnis Anda. Dengan business-plan yang telah teruji dan sumber daya yang siap, kini waktunya Anda mengembangkan usaha. Pastikan tim Anda paham betul arah bisnis Anda. Pastikan mereka mengerti benar capaian yang diharapkan dari mereka dan tugas yang harus mereka selesaikan.
Oleh: David Ronick
Sumber: http://www.inc.com/articles/201105/10-steps-from-idea-to-business.html
E. Perkuat Mental Sukses Wirausaha sebelum memulai bisnis
Mental sukses wirausaha akan sangat menentukan kesuksesan dari seseorang dalam memulai bisnisnya maupun mengembangkannya. berikut ini diantaranya mental seorang pengusaha yang harus dimiliki sebelum memulai usaha, yaitu :
1. Mental Keberanian untuk langsung mencoba dan praktek dari segala yang direncanakan atau ide bisnis yang terlintas dipikirannya.
2. Menjadi pendengar yang baik. ini modal penting terutama dalam menganalisis berbagai peluang usaha dan keluhan pelanggan di sekitar kita.
3. Memiliki visi dan tujuan besar dalam hidupnya dan bertekad mengimplementasikannya
4. Brani mendelegasikan pekerjaan dan bisa berorganisasi dengan orang-orang yanng membantu pekerjaannya dan ide bisnisnya
5. Kemampuan networking yaitu bisa membangun jaringan seluas-luasnya
6. Lakukan evaluasi kerja dan perbaiki
7. Bisa survive dan memiliki ketahanan mental dalam menghadapi kegagalan
F. Kenali Resiko dalam memulai berusaha
Resiko atau dalam bahasa inggris Risk yang berarti kemungkinan mengalami kerugian atau kegagalan karena tindakan/ perisira tertentu.
1. Resiko Produksi
Ketika Anda memiliki jenis usaha tertentu, misalnya saja di bidang clothing atau fashion yang memproduksi baju, untuk menghasilkan jumlah produk yang banyak untuk memenuhi permintaan pasar, maka setiap usahanya haruslah memiliki otomatisasi pengerjaan untuk menghasilkan produk yang lebih banyak menyebabkan produk yang dihasilkan tidak dapat diteliti satu-persatu sebelum dijual kepada konsumen. Dampaknya adalah ketika telah sampai di tangan konsumen dan kebetulan barang atau produk tersebut ada yang cacat, maka akan merugikan sih Wirausahawan. Karena satu complain dari pelanggan dapat berakibat fatal bagi wirausahawan jika satu pelanggan tersebut membicarakannya kepada calon pembeli yang lain. Maka dari itu akan menimbulkan resiko usaha. Selain faktor non-human dalam proses produksi, faktor SDM nya juga berpengaruh. Misal untuk tanggung jawab, etos kerja, ketelitian, ketekunan, dan lain sebagainya.
2. Resiko Pemasaran
Resiko pemasaran berkaitan erat dengan proses marketing dan pemasaran produk. Yang perlu Anda kuasai adalah bagaimana teknik memasarkan produk dengan efektif agar produk yang Anda hasilkan dapat diterima dengan baik oleh pembeli. Masalah yang sering dihadapi adalah kita sering kesulitan untuk mengusai teknik penjualan yang baik. Cara yang dapat dilakukan antara lain Bisa menjualnya di berbagai marketplace seperti Bukalapak ini dan juga sering-sering lah bertanya pada orang lain yang sudah lebih dulu sukses atau bisa juga ikut Kopdar bersama rekan-rekan BL yang ada di kota anda karna di Kopdar itu biasanya banyak ilmu yang akan kita dapatkan nantinya.
3. Resiko Finansial
Memiliki usaha dan bisnis berarti siap dengan resiko ketidakpastian income atau pendapatan usaha. Tidak selamanya usaha akan memiliki keuntungan dalam jumlah besar. Perlu diketahui bahwa resiko kerugian juga amatlah besar. Yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan diri dengan lebih baik bila kendala tersebut muncul. Kemudian Anda harus menyiapkan langkah penyelesaiannya agar Anda tidak terus mengalami kerugian yang signifikan dan yang akan berakibat buruk bagi usaha anda.
4. Resiko Permintaan Pasar
Kesuksesan tidak lantas membuat usaha Anda memiliki jaminan akan berhasil dalam jangka waktu yang lama. Anda harus memperhatikan kebutuhan pasar untuk tahun-tahun kedepan. Mungkin pada saat ini permintaan pasar pada prosuk yang Anda hasilkan cukup besar, namun apakah ada jaminan bahwa 5 atau 10 tahun ke depan pasar masih menginginkan produk Anda? Maka dari itu Anda harus selalu memikirkan inovasi-inovasi produk yang dapat dilakukan dan melihat peluang apa yang harus Anda pertimbangkan untuk jenis usaha nantinya.
5. Resiko Perbaikan
Jika Anda ingin melakukan perubahan atau perbaikan bagi Usaha Anda, maka sebaiknya lebih berhati-hati. Anda harus melihat banyak faktor-faktor seperti kebutuhan pasar, inovasi prosuk apakah yang akan dilakukan, dan lain sebagainya. Karena bukan tidak mungkin perbaikan yang ingin Anda lakukan bisa berakibat buruk dan negatif bagi perusahaan Anda. Dengan kata lain perbaikan tersebut tidak atau kurang sesuai dengan harapan Anda. Maka dari itu, Anda harus memastikan terlebih dahulu jenis dan prospek ke depan atas perbaikan yang ingin Anda lakukan terkait sumber daya alam, teknologi, market pasar, dan lain sebagainya.
6. Resiko Kerjasama
Memiliki partner dalam berbisnis tidak selalu bermanfaat baik bagi usaha Anda. Anda harus memilih partner bisnis Anda secara tepat dan hati-hati. Mulailah dengan tidak langsung mempercayai orang yang Anda kenal kemudian Anda jadikan mitra bisnis Anda. Anda harus mengenal terlebih dahulu orang tersebut dengan lebih baik. Hal ini diperlukan agar dikemudian hari Anda terhindar dari resiko penipuan, dan partner yang kurang baik sehingga berdampak merugikan perusahaan Anda.
D. Presentasi Materi
Untuk menambah wawasan kalian bisa baca presentasi berikut :
E. Referensi dan Literasi
1. Buku
2. Modul
3. E-Book
Sumber : www.perpustakaank13.blogspot.com
F. Video Pembelajaran
Amati Video Film Pendek Ini, Kemudian Lakukan Preview Catatan Penilaian kalian terhadap tayangan tersebut .







7 Comments
Bagaimana cara meminimalkan resiko dalam melakukan usaha? Kebetulan saya ngajar di bidang kewirausahaan..🙏🙏
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
Deletesetiap pebisnis pasti akan menghadapi resiko ketika memulai usaha mereka.
DeleteHal yang dapat mereka lakukan adalah mengatasi semua resiko yang berpotensi muncul dengan fokus pada langkah-langkah untuk mengurangi atau menghilangkan resiko tersebut.
Dengan beberapa Cara Mengatasi Resiko Usaha Dalam Kewirausahaan setidaknya anda dapat mengatasi segala resiko yang bisa muncul. setidaknya ada 5 hal cara meminimalisir resiko dalam berwirausaha yaitu :
1. menulis rencana bisnis berdasarkan analisa peluang usaha dan resiko yang matang
2. membuat perencanaan manajemen resiko
3. Ikutilah segala rencana yanng telah dibuat
4. Melatih karyawan dan SDM yang berkaitan bisnis kita
5. selalu memperbarui strategi penanganan resiko
Sumber ide dari pengalaman sepertinya sangat membekas ya Pak,
ReplyDeleteAda 4 sumber mencari ide bisnis pak, dari kerja/keterampilan, minat/hobi, pengalaman dan pengamatan, sebagian orang banyak kesan dimasing-masing sumber ide tersebut, semuanya akan membekas kalau di analisis peluang dan resikonya, makanya artikel ini saya sajikan dengan segala keterbatasannya semoga bermanfaat, kalau ada hal lain yg ditanyakan monggo
DeleteMateri artikel maupun tampilan artikel bagus dan menarik, saya awam materi di atas, tapi penasaran mengapa resiko non teknis (seperti kebijakan pemerintah) belum dibahas ya? Saya kira dukungan regulasi juga diperlukan...
ReplyDeleteSecara umum materi resiko bisa diwakili oleh 6 jenis resiko tadi dan umum yg dihadapi semua wirausaha, seperti resiko produksi, kerjasama, pemasaran, finansial dan permintaan pasar pasti semua wira usaha pasti akan menganalisanya, untuk kebijakan pemerintah sebenarnya nanti efeknya ke enam jenis resiko tadi, kalau baik kebijakannya maka bisa meminimalisir resiko tadi, tapi kalo kurang bersahabat maka akan menimbulkan potensi resiko, untuk penambahan the next artikel, terimakasih masukannya
Delete